Monday, March 28, 2016

ALJABAR BOOLEAN PADA GERBANG LOGIKA


ATURAN ALJABAR BOOLEAN

Artikel saya kali ini, akan membahas tentang :

1.      Aturan Aljabar Boolean

2.      Pembuktian aturan Distributive, dan

3.      Membuat :

- Tabel Kebenaran untuk masing-masing persamaan

 
           - Rangkai Rangkaian logika pada winbreadboard sesuai dengan persamaan


           - Sederhanakan persamaan diatas, kemudian buat tabel kebenaran yang baru


Yukk kita simak selengkapnya dibawah ini :

1.       ATURAN ALJABAR BOOLEAN

 Aljabar Boolean memuat aturan-aturan umum (postulat) yang menyatakan hubungan antara input-input suatu rangkaian logika dengan output-outputnya. Aturan-aturan itu dinyatakan dalam sebuah persamaan Boolean.

1.
Identitas
X+0  =  X
X.1  =  X
2.
Komplemen
X+X’  =  1
X.X’  =  0
3.
X+X  =  X
X.X  =  X
4.
X+1  =  1
X.0  =  X
5.
Involution
(X’)’  =  X
6.
Commutative
X+Y  =  Y+X
X.Y  =  Y.X
7.
Associative
X+(Y+Z)  =  (X+Y)+Z
X.(Y.Z)  =  (X.Y).Z
8.
Distributive
X.(Y+Z)  =  (X.Y)+(X.Z)
X+(Y.Z)  =  (X+Y).(X+Z)
9.
De Morgan
(X+Y)’  =  X’.Y’
(XY)’  =  X’+Y’
10.
Absorption
X+X .Y  =  X
X.(X + Y)  =  X

2.       PEMBUKTIAN  ATURAN  BOOLEAN  DISTRIBUTIVE

Aljabar boolean dapat digunakan untuk menganalisa suatu rangkaian logika dan mengekspresikannya secara matematis, penerapan paling penting dalam aljabar boolean adalah penyederhanaan rangkaian logika, bila ekpresi boolean untuk suatu rangkaian logika telah diperolah maka biasanya untuk menyederhanakan atau meringkasnya lagi adalah dengan menggunakan hukum-hukum boole. Ekspresi boole yang telah sederhana, harus ekivalen / sama dengan aslinya.

Di bawah ini merupakan contoh pembuktian salah satu aturan Boolean, yaitu aturan Distibutive.

Distributif

1.      X + (Y.Z) = (X+Y) . ( X+Z)

X + (Y.Z) = (X+Y) . ( X+Z)          

X + (Y.Z) = X.X + X.Z + X.Y + Y.Z                  

X + (Y.Z) = X (X + Z + Y) + Y.Z            

X + (Y.Z)  =  X (1) + Y.Z                      

X + (Y.Z) = X + (Y.Z)


3.        Sebuah persamaan :
        A. Persamaan A

1.         Tabel Kebenaran

A
B
C
(A.B)’
(A+C)’
W
0
0
0
1
1
1
0
0
1
1
0
1
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
0
0
1
0
1
1
0
1
1
0
1
1
1
0
0
0
0
1
1
1
0
0
0

2.    Rangkaian Logika



3.      Rangkaian Pada Winbreadboard

      Mengggunakan 3 Gerbang, yaitu gerbang NAND (7400), NOR(7402) dan OR(7432).
      










B.     Persamaan B

1.      Tabel Kebenaran



A
B
C
D
D’
(A.B)’
C.D
A.C
((A.B)’ + C.D)’
(A.C.D’)’
Y
0
0
0
0
1
1
0
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
0
0
0
1
1
0
0
1
0
1
1
0
0
0
1
1
0
0
1
1
0
1
1
0
0
1
1
0
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
0
1
0
1
0
1
0
0
0
1
1
0
1
1
0
1
1
0
0
0
1
1
0
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
0
0
1
0
1
0
0
0
1
1
1
0
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
0
1
1
0
1
1
1
0
1
1
1
1
0
0
1
0
0
0
1
1
1
1
1
0
1
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
0
1
0
0
1
1
0
1
1
1
1
1
0
0
1
1
0
1
1

2.      Rangkaian Logika




3.      Rangkaian Pada Winbreadboard

                 Menggunakan 6 Gerbang, yaitu 2 Gerbang NAND (7400), 2 Gerbang AND (7408), 1                          Gerbang NOR (7402) dan 1 Gerbang OR (7432) 



















C.    Sederhanakan persamaan W dan Y, kemudian buat tabel kebenaran yang baru.

 

1.       Persamaan A

a.       Persamaan

W = (A.B)' + (A+C)'
W = (A' + B') + (A'.C')
W = B' + A' + (A' . C')
W = B' + A'

b.       Tabel Kebenaran


A
B
A’
B’
A’ + B’
0
0
1
1
1
0
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
0
0
1
1
1
1
0
0
0
1
1
0
0
0


2.      Gambar B

a.       Persamaan




 Y = AB . C’ + D’ + A’ + C’ + D                  

 Y = A.B.C’ + A.B.D’ + A’ + C’ + D                            

 Y = A.B.C’ + C’ + A.B.D’ + D + A’


 Y = C’ + D + AB + A’

b.       Tabel Kebenaran


A
B
C
D
C’
A’
A.B 
    C’ + D
     A.B + A’
Y
0
0
0
0
1
1
0
1
1
1
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0
0
1
0
0
1
0
0
1
1
0
0
1
1
0
1
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
0
1
1
1
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
0
0
1
0
0
1
1
0
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
0
0
0
1
0
0
1
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
0
1
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
1
0
0
0
1
0
1
1
1
0
0
1
0
1
1
1
1
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
0
0
1
0
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1


No comments:

Post a Comment